23 September 2008

Mendulang Rupiah dari Pasar Kaget Ramadan

SAAT Ramadan tiba, sejumlah sudut kota maupun di pinggir jalan kerap ditemui munculnya pasar kaget.Yakni pasar yang muncul selama Ramadan dengan menawarkan dagangan dalam berbagai pilihan.

Tidak saja terbatas makanan atau minuman, tak jarang pasar kaget Ramadan juga dimeriahkan dengan kehadiran penjaja mainan anak-anak bahkan busana muslim serta pernak-perniknya.

"Pasar kaget Ramadan cukup diminati masyarakat yang mencari makanan berbuka. Dan ini bisa menjadi peluang emas mendapatkan penghasilan tambahan atau bahkan bisa menjadi langkah awal membuka sebuah usaha baru di kemudian hari,"jelas Jaya Setiabudi, Provokator Enterpreneurship Batam.

Nah, bagi yang tertarik mendulang rupiah melalui bisnis kecil-kecilan memanfaatkan momen pasar kaget harus memberikan tawaran berbeda dengan pedagang lainnya. Sebab, perbedaan tersebut bisa menjadi kelebihan dibandingkan lainnya.

"Mengingat akan ada banyak orang yang berjualan saat pasar kaget, sebaiknya tentukan dulu spesialisasi barang yang akan dijual. Misalnya akan jual dawet sebaiknya hanya menjual dawet tanpa ada barang lainnya,"ungkapnya.

Bila ingin tetap menjual makanan bisa dijual dengan stan lain yang memang menyajikan makanan tanpa menjual minuman. Alternatif lainnya adalah memilih spesialisasi yang lebih luas cakupannya.

Misalnya menjual aneka es seperti es kelapa muda, es dawet, es buah, dan sebagainya. Dengan spesiliasasi tersebut, orang lebih mudah menemukan makanan atau minuman yang dicarinya.

Selain itu, faktor lokasi juga penting diperhatikan saat ingin memanfaatkan pasar kaget. Memilih lokasi yang strategis dan eye catching menjadi keharusan bila ingin dagangan laris. Jangan ragu membayar sewa lebih mahal tapi banyak pembeli dibandingkan sewa murah tapi tanpa pembeli. Misalnya area yang banyak lalu lalang orang. Misalnya di perempatan atau daerah yang banyak dilewati orang.

Bukan itu saja, buatlah lokasi terlihat lebih menarik sehingga gampang dikenali. Misalnya memasang spanduk dengan warna berbeda dengan dominasi warna sekitar. Misalnya banyak spanduk warna hijau maka kita bisa memilih warna putih atau merah. Dengan begitu, orang akan mudah menemukan stan tempat kita jualan. (*)



Jangan Hamburkan Uang untuk Lebaran


MENDULANG rupiah dengan berjualan di pasar kaget biasanya memberikan hasil yang lumayan besar. Sebab, rata-rata umat muslim gemar berburu makanan untuk berbuka di pasar kaget yang betebaran di sudut kota. Apalagi, bila barang yang dijual memiliki ciri khas yang beda dengan lainnya.

Namun yang terjadi kemudian, tidak sedikit orang yang justru menghamburkan hasil berjualan selama Ramadan untuk berfoya-foya saat Lebaran tiba. Bukan itu saja, setelah Ramadan usai, orang juga cenderung enggan meneruskan usahanya meskipun cukup berpotensi menghasilkan rupiah.

"Uang yang diperoleh dari hasil jualan saat pasar kaget sebaiknya dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha yang telah berjalan. Jadi ada hasil yang bisa dipetik di kemudian hari," terang Jaya Setiabudi.

Jika modal yang digunakan untuk membuka usaha saat pasar kaget adalah anggaran lain yang dipinjam, pengembalian uang tersebut bisa diambilkan dari hasil berjualan. Besarnya bisa ditetapkan seperlunya atau sebesar jumlah yang diambil. Sedangkan sisanya yang merupakan keuntungan hasil berjualan bisa difungsikan sebagai modal membuka usaha baru.

Hanya saja banyak orang yang memilih mengakhiri usaha setelah Ramadan usai. Padahal, jika ditekuni secara serius, usaha tersebut mungkin saja bisa menjadi sumber penghasilan baru. Misalnya dengan membukanya di tempat permanen. (*)



Jual Lebih Banyak di Awal Ramadan

SEBELUM memutuskan untuk mencari penghasilan tambahan dalam pasar kaget Ramadan, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Dengan harapan usaha selama Ramadan lancar dan mampu memikat para konsumen agar tetap memburunya usai Ramadan.

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi perhatian:

1. Pastikan lokasi yang dipilih strategis dan eye catching. Dengan begitu, setiap orang tertarik untuk mendekati dan akhirnya membeli makanan atau barang yang dijual.

2. Pilih spesialisasi produk yang akan ditawarkan. Jangan menawarkan lebih dari satu produk pada satu stan kecuali masih dalam satu jenis. Misalnya aneka es mulai es cendol, es buah, dan sebagainya.

3. Pastikan kualitas produk baik makanan, minuman, maupun pakaian tidak mengecewakan pembeli. Dengan begitu mereka akan terus mencari meskipun sudah tidak Ramadan lagi.

4. Siapkan makanan atau minuman dalam jumlah banyak di awal bulan puasa atau hari pertama hingga lima atau 10 dan dikurangi setelahnya. Jangan dibalik. Sebab biasanya animo masyarakat pada pasar kaget besar di awal bulan atau menjelang Ramadan berakhir.

5. Bila ingin berjualan menggunakan mobil dan berkeliling, pastikan konsumen hafal dengan rute yang akan dilewati atau hendaknya melampirkan nomor ponsel yang bisa dihubungi.

6. Jangan abaikan kebersihan. Baik kebersihan makanan atau minuman yang akan dijual maupun kebersihan lokasi saat berjualan maupun usai berjualan. Karena ini berhubungan dengan image.

7. Saat mendapatkan hasil penjualan simpan uang yang diperoleh dan jangan dihambur- hamburkan. Jadikan uang tersebut sebagai modal melanjutkan usaha usai Ramadan. (*)

Tidak ada komentar: