Blogger Widgets

Pages - Menu

31 Mei 2008

Tips Menghadirkan Mini Bioskop di Rumah

MEMILIKI mini bioskop atau area khusus untuk menikmati aneka tontonan film melalui perangkat audio dan video memang bukan satu kebutuhan yang harus dihadirkan dalam hunian. Sebab, kebutuhan tersebut sifatnya tersier.

Namun, bagi sebagian orang yang menginginkan prestise atau setidaknya menggemari kegiatan nonton, mengusung konsep bioskop ke dalam hunian pasti menyenangkan dan memberikan kenyamanan tersendiri.

Bagaimana tidak, saat ingin menyaksikan tayangan film terbaru, seluruh penghuni rumah tak perlu repot-repot pergi ke bioskop dan menonton ramai-ramai dengan oranglain. Selain membutuhkan anggaran khusus, menonton ramai-ramai di bioskop juga akan menghilangkan privasi yang ingin didapatkan.


Bagi yang ingin menghadirkan home entertainment melalui mini bioskop dalam hunian, ada banyak hal yang patut diperhatikan. Sebab, menghadirkan sebuah area menonton yang nyaman tak sekadar menempatkan seperangkat home theater serta layar tv ataupun layar projector.

"Dalam mendesain sebuah mini bioskop di dalam rumah, pastikan ruangan kedap suara. Sehingga, acara menonton bisa dinikmati secara spektakuler tapi tidak mengganggu oranglain yang berada di sekitar ruangan atau bahkan tetangga,"ungkap Gerry S Mawuntu, Desainer Interior.

Untuk menghadirkan ruangan kedap suara itu sendiri bisa dilakukan dengan cara pelapisan dinding sebagaimana yang banyak diterapkan bioskop sesungguhnya atau studio musik.

"Saat ini cukup banyak bahan yang bisa dijadikan pelapis dinding untuk menciptakan efek kedap suara pada ruangan. Bahan kedap suara itu sendiri dapat dipasang dengan konsep beberapa lapisan yang direkatkan atau ditempel pada permukaan dinding," jelasnya.

Agar tampilan dinding yang telah dilapisi tersebut tetap indah dipandang, sebaiknya desainnya disesuaikan dengan konsep apa yang ingin dihadirkan pada mini bioskop tersebut. Misalnya warna, motif, hingga aksesori pemanisnya. Dengan begitu, ruangan akan fungsional tapi tetap apik dipandang ketika tidak digunakan.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah ketersediaan space ruangan yang memadahi. Ketersediaan space ini terkait kapasitas penonton yang diinginkan serta keleluasaan dalam menata ruangan.

"Ruangan hendaknya juga memiliki sirkulasi udara dan AC yang baik. Jangan lupa juga menghadirkan sofa yang nyaman sebagai area duduk saat menikmati tayangan film. Selain itu, dapat juga ditambahkan fasilitas penunjang seperti mini bar, toilet plus wastafel," ungkap Gerry. (*)



Compact Home Theater untuk Ruang Terbatas

TAK berbeda dengan konsep yang diterapkan bioskop, mini bioskop juga banyak yang menggunakan projector dan sebuah layar sebagai perangkat pendukung menghadirkan gambar yang lebih spektakuler.

Hanya saja, untuk menghadirkan mini bioskop yang menyerupai konsep bioskop sesungguhnya tentu membutuhkan ruangan yang tidak kecil. Apalagi, ketajaman gambar yang terlihat pada sebuah layar projector akan terlihat sempurna pada jarak tertentu.

Nah, bagaimana dengan hunian mungil yang memiliki space terbatas tapi ingin menghadirkan sebuah mini bioskop sebagai pusat hiburan keluarga?

"Secara umum home theater memang menggunakan projector dan layar sebagai media visualnya. Tapi dengan maraknya LCD TV dengan ukuran layar lebar bisa juga menjadi alternatif mensiasati keterbatasan ruang yang ada. Penyatuan antara perangkat home theater dan LCD TV ini biasa dijuluki compact home theater," jelas Gerry S Mawuntu.

Disebut compact home theater karena telah didesain secara komplit baik visual maupun audionya. Selain itu, kualitas suaranya pun sudah masuk dalam system surround multi-channel.

"Home theater sendiri perangkat audionya terdiri dari berbagai macam sistem seperti Dolby Prologic, Dolby Digital (AC-3), Digital Sorround ( DIS ) dan Digital Cinema Sound ( DCS ),"katanya.

Kesemua perangkat tersebut adalah sistem surround yang menciptakan efek suara sangat berbeda dibandingkan audio biasa. Dan hal inilah yang dirasakan saat menonton film di bioskop. Dan jika perangkat tersebut dihadirkan dalam hunian, tentunya akan mampu mengusung kenyamanan yang biasa ditawarkan sebuah bioskop namun dalam skala kecil. (*)



Tips Menghadirkan Mini Bioskop

1. Siapkan sebuah ruangan yang memiliki standar cukup untuk menghadirkan sebuah home theater. Standar tersebut di antaranya:

- Space ruangan yang cukup, disesuaikan kapasitas orang yang biasa menonton plus kemungkinan ada tamu ditambah space perlengkapan audio dan video yang dibutuhkan.

- Ruangan dibuat kedap suara, dan memiliki sirkulasi udara, serta AC yang baik.

- Memiliki fasilitas penunjang seperti mini bar, toilet lengkap dengan wastafelnya.

- Sebaiknya memiliki sofa standar theater atau sofa yang diciptakan sendiri namun nyaman.

- Pastikan ketersediaan instalasi listrik dan pemakaian lighting yang baik (sifatnya lebih sebagai penerangan artistic).

- Safety first untuk bahaya kebakaran plus jaringan telepon atau walky talky.

2. Siapkan standart perangkat home theater yang memadai. Minimal terdiri dari:

- DVD Player.

- Processor.

- Amplifier

- Speaker

- Visual equipment- Projector + Layar

- Kabel Interkonek audio dan video

- Kabel Speaker dan power cord



Tips Membeli Home Theatre

1. Jangan malas membandingkan harga. Karena biasanya harga produk elektronik berbeda-beda antara satu toko dengan lainnya. Mengingat harga produk ini lumayan merogoh kocek, survei harga di beberapa toko menjadi satu hal penting sebelum membeli. Ingat, jangan membeli produk yang rentang harganya terlalu jauh dibandingkan toko lain.

2. Jangan gampang tergiur harga. Mentang-mentang mendapat harga murah meriah, Anda jadi terlena dan lupa memeriksa barang. Jadi hal yang paling penting adalah membandingkan antara harga dan kualitas barang. Jangan-jangan harga murah karena memang kualitasnya rendah. Atau barang tersebut bisa jadi barang hasil curian atau selundupan (biasa disebut black market).

3. Sebelum memutuskan membeli home theatre sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan dana serta kebutuhan.

4. Perhatikan apakah home theater ini bisa di-up grade di kemudian hari.

5. Perhatikan apakah barang tersebut diberikan garansi atau tidak. (berbagai sumber)

Tidak ada komentar: